KETIKA CINTA BERTASBIH
Seperti beberapa novel garapan sebelumnya oleh penulis
yang sama, Habiburahman El Shirazy berhasil mengaduk-aduk emosi
pembaca melalui novel yang terbit dalam dua jilid ini. Meskipun
di jilid pertama ini ceritanya agak loncat-loncat, namun tidak
mengurangi keruntutan jalan cerita yang dibangun oleh penulis.
Karya dwilogi ini masih bercerita dengan latar belakang Mesir.
Pemeran utama dimainkan oleh Abdullah Khairul Azzam, seorang
mahasiswa Indonesia yang datang jauh-jauh dari pelosok desa
di pulau jawa untuk melanjutkan studinya di Mesir. Azzam,
demikian nama panggilan pemuda itu, adalah seorang pekerja keras.
Ia memiliki beberapa adik yang harus dibiayainya, hingga dengan
kekhlasan hati ia harus berkorban dengan menjadi penjual bakso
dan pembuat tempe. Ceritanya penuh dengan romantika yang sarat
dengan hikmah. Isinya bagus serta dapat mengajari kita soal hidup,
cinta dan bagaimana mengatur skala prioritas dalam mengambil
tindakan. Tersebutlah bahwa Azzam adalah mahasiswa Indonesia
di Al Azhar, yang belajar disana karena berhasil memperebutkan
beasiswa dari Departemen Agama. Ia adalah prototype anak
yang pintar, cerdas, dan bersahaja, namun lahir dari kalangan
keluarga pas-pasan. |
|
|
|